Pertunjukan teatrikal musikal yang mengangkat kisah heroik Puputan Badung menjadi pembuka resmi Denpasar Festival ke-18 tahun 2025. Inaugurasi pembukaan tersebut digelar di Monumen Puputan Badung, dengan memanfaatkan latar renovasi Diorama Puputan Badung sebagai elemen visual utama pertunjukan.
Melalui sajian teatrikal musikal, inaugurasi Denpasar Festival ke-18 menghadirkan narasi sejarah perjuangan masyarakat Denpasar pada masa lampau, yang dirangkai dengan refleksi tentang kebangkitan kota di masa kini serta kesiapan menyongsong masa depan. Pertunjukan ini disajikan secara kontemplatif dalam beberapa segmen pemanggungan yang memadukan unsur tari, musik, dan nyanyian.
Inaugurasi Denpasar Festival ke-18 tahun 2025 mengusung tema “Mulat Sarira: Hening Jiwa, Eling Rasa”. Tema tersebut diwujudkan melalui komposisi musik dan pertunjukan yang disusun berdasarkan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Kota Denpasar, khususnya peristiwa Puputan Badung sebagai simbol perjuangan dan jati diri kota.
Pertunjukan inaugurasi digarap oleh Palawara Music Company di bawah arahan Ary Palawara, dengan melibatkan sebanyak 172 seniman dari berbagai disiplin seni. Sajian ini menampilkan kesenian choir yang memadukan tarian, musik kontemporer, serta nyanyian-nyanyian berbahasa Kawi, yang disusun secara berlapis dan berkesinambungan antarsegmen.
Sebagai penampil pembuka, Tri Utami dan Dewa Budjana turut hadir membawakan lagu berjudul Karma. Penampilan keduanya menghadirkan suasana reflektif yang memperkuat pesan tema Mulat Sarira, sekaligus menjadi pengantar suasana inaugurasi.
Inaugurasi pembukaan ini tidak hanya menandai dimulainya Denpasar Festival ke-18, tetapi juga menjadi ruang refleksi kolektif bagi masyarakat. Melalui pertunjukan seni, penonton diajak untuk meresapi makna sejarah, melakukan perenungan diri, serta menumbuhkan kembali semangat untuk bangkit dan melangkah ke masa depan.
Dengan digelarnya inaugurasi tersebut, Denpasar Festival ke-18 tahun 2025 secara resmi dimulai sebagai festival akhir tahun Kota Denpasar, yang menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan seni, budaya, dan kreativitas masyarakat.
