Wed. Mar 11th, 2026

Panggung Budaya Denfest ke-18 Hari Pertama Suguhkan Kolaborasi Seni Karawitan Lintas Generasi

Panggung Budaya Denpasar Festival (Denfest) ke-18 hari pertama berlangsung semarak dengan penampilan Seni Karawitan dari berbagai sanggar seni dan komunitas. Antusiasme penonton tampak memenuhi area pertunjukan, menyatu dengan energi para penabuh dan seniman yang tampil bergantian sepanjang malam.

Rangkaian penampilan diawali oleh Baleganjur Widya Bhakti yang menghadirkan sajian pembuka spektakuler. Dentuman tabuh yang dinamis dipadukan dengan kreativitas penuh semangat, menjadi pembuka yang langsung menghidupkan suasana Panggung Budaya Denfest.

Selanjutnya, Gatra Nadi Swara tampil membawakan Baleganjur Adi Merdangga dengan memadukan penabuh lanang dan wadon dari lintas generasi. Garapan ini menegaskan kesinambungan tradisi karawitan Bali yang diwariskan secara turun-temurun, sekaligus tetap relevan dengan semangat zaman.

Nuansa yang lebih reflektif hadir melalui penampilan Kubu Barong, yang membawakan musik gamelan tradisi Semar Pegulingan dengan lagu Daun Bingin. Sajian ini menghadirkan suasana hening dan kontemplatif, mengajak penonton untuk sejenak melakukan introspeksi diri di tengah kemeriahan festival.

Kolaborasi menjadi salah satu sorotan utama malam itu melalui penampilan Gatra Nadi Swara, Kubu Barong, Siwer Nadi Swara. Tiga kelompok seni karawitan ini berkolaborasi dalam satu garapan yang mengangkat konsep air sebagai simbol kehidupan. Harmoni bunyi dan visual panggung menciptakan pengalaman artistik yang kuat dan menyentuh.

Sementara itu, Genjek Inovatif dari Banjar Pekandelan, Sanur, tampil dengan konsep ngandrung. Garapan ini menghadirkan momen kebersamaan yang bertujuan menyatukan pemahaman dan menumbuhkan rasa keterikatan antar sesama, tercermin dari interaksi penampil dan respons hangat penonton.

Secara keseluruhan, Panggung Budaya Denfest ke-18 hari pertama menjadi ruang perjumpaan seni karawitan dari berbagai generasi dan latar komunitas. Mulai dari anak-anak hingga remaja, para seniman tampil dengan penuh dedikasi, menunjukkan bahwa tradisi bukan sekadar warisan, melainkan laku hidup yang terus dirawat dan dikembangkan.

Denpasar Festival ke-18 kembali menegaskan perannya sebagai panggung ekspresi budaya dan kreativitas lokal, sekaligus ruang temu masyarakat untuk merayakan seni, kebersamaan, dan identitas Kota Denpasar. [Bekraf]

By Bekraf

Related Post