Hari kedua pelaksanaan Panggung Musik dan Budaya Denpasar Festival (Denfest) ke-18 Tahun 2025 kembali menghadirkan rangkaian pertunjukan seni dan musik yang semarak di Kawasan Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Kota Denpasar, Minggu (21/12/2025).
Sejak sore hari, panggung musik Denfest telah dibuka dengan penampilan sejumlah musisi dan band lokal yang membawa warna beragam. Dimulai pukul 16.50 WITA, grup KZ.R membuka suasana dengan energi segar, disusul Vrena pada pukul 17.15 WITA yang menghadirkan nuansa rock alternatif khas generasi muda Denpasar.
Memasuki pukul 17.35 WITA, kolaborasi Super Beatz dan Vertical Limit tampil dengan konsep musik yang dinamis dan atraktif, dilanjutkan oleh WET pada pukul 18.00 WITA. Sementara itu, Sunset Dealer feat Rio Sidik tampil pada pukul 18.30 WITA, menyuguhkan perpaduan musik yang hangat dan komunikatif dengan penonton.
Nuansa seni tradisi kemudian menguat melalui Panggung Budaya yang dimulai pukul 19.00 WITA dengan penampilan Kecak Lebah Sumerta Kaja, menghadirkan dramatika khas tari kecak yang memukau. Selanjutnya, Kathanada tampil pukul 19.30 WITA dengan sajian seni karawitan yang menegaskan kekayaan tradisi musik Bali.
Panggung Budaya semakin semarak dengan pertunjukan Bebondresan, kolaborasi Dadong Rerod, Dek Cilik, Sangit, Sengap, Panjul, dan Kapuk, yang tampil pukul 20.00 WITA. Sajian ini menghadirkan humor khas bebondresan yang menghibur sekaligus dekat dengan kehidupan masyarakat.
Pada pukul 21.00 WITA, panggung diisi oleh Nyanyian Dharma, menghadirkan suasana reflektif dan penuh makna melalui balutan musik dan pesan spiritual. Puncak malam ditutup dengan Ngepop Bali pada pukul 22.00 WITA, menampilkan deretan musisi Bali seperti Dewi Pradewi, Tunik Rodja & Anggi, Denanda, Putri Bulan, dan Agung Wirasuta, yang menyatukan musik pop dengan identitas lokal Bali.
Rangkaian Panggung Musik dan Budaya hari kedua ini menegaskan Denpasar Festival sebagai ruang perayaan kreativitas lintas genre dan lintas generasi. Dari seni tradisi hingga musik populer, Denfest 2025 menjadi ajang kebersamaan masyarakat untuk merayakan akhir tahun dengan penuh energi, kegembiraan, dan kebanggaan terhadap karya seni lokal.
Melalui Denpasar Festival ke-18, Pemerintah Kota Denpasar terus mendorong penguatan ekosistem seni dan budaya, sekaligus memberikan ruang ekspresi bagi seniman dan musisi lokal untuk tampil dan berkembang di panggung publik. [Bekraf]
