Fri. May 15th, 2026

“Harmoni Warna Tradisi” Raih Juara 1 Lomba Fotografi Denpasar Kreatif 2026

Karya fotografi berjudul “Harmoni Warna Tradisi” karya Ady Tri Sasmita berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Lomba Fotografi Denpasar Kreatif 2026. Melalui komposisi yang kuat, warna-warna yang hidup, serta atmosfer yang dekat dengan denyut keseharian masyarakat, karya ini dinilai berhasil menghadirkan wajah Denpasar yang hangat, kaya karakter, dan tetap berpijak pada akar budaya.

Foto tersebut tidak hanya tampil sebagai visual yang menarik secara estetika, tetapi juga menghadirkan cerita tentang ruang kota, tradisi, dan kehidupan yang terus bergerak di tengah perubahan zaman. Karya ini menjadi pengingat bahwa Denpasar bukan sekadar kota modern, melainkan ruang hidup yang menyimpan harmoni antara budaya dan dinamika keseharian warganya.

Lomba Fotografi Denpasar Kreatif 2026 sendiri merupakan garapan Badan Kreatif Denpasar (BKraf Denpasar) dengan arahan dan dukungan Dinas Pariwisata Kota Denpasar sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kreatif kota melalui medium visual dan partisipasi publik.

Ketua Harian BKraf Denpasar, Ari Setiya Wibawa (Ari SW), mengatakan bahwa lomba ini bukan sekadar kompetisi fotografi, tetapi juga ruang membaca Denpasar melalui cara pandang masyarakatnya sendiri.

“Lewat fotografi, kita bisa melihat bagaimana masyarakat memaknai Denpasar. Ada yang melihat kota ini dari tradisinya, ada yang melihat dari ruang publiknya, dari aktivitas manusianya, bahkan dari detail-detail kecil yang sering terlewat. Itu yang membuat lomba ini penting, karena Denpasar dibaca melalui pengalaman warganya sendiri,” ujar Ari SW.

Menurutnya, karya-karya yang masuk tahun ini menunjukkan bahwa Denpasar memiliki energi visual yang sangat kuat dan terus berkembang.

“Kami melihat banyak perspektif baru tentang kota ini. Ada karya yang bicara tentang budaya, urbanisme, anak muda, ruang kreatif, hingga sisi-sisi sunyi kota. Ini menandakan bahwa Denpasar bukan kota yang statis. Ia hidup, bergerak, dan terus melahirkan cerita,” tambahnya.

Sementara itu, Juara 2 diraih oleh Edy Gautama lewat karya “Denyut Sunyi di Balik Gemerlap Kota Denpasar”. Foto ini menghadirkan sisi lain kota yang jarang terlihat. Di balik cahaya dan ritme modern Denpasar, karya tersebut menangkap ketekunan, keberanian, serta kerja-kerja sunyi yang menopang kehidupan kota. Sebuah karya yang kuat secara visual sekaligus kaya makna sosial.

Juara 3 diraih Anom Harya melalui karya “Sunrise-an di Sanur”. Lewat suasana pagi yang tenang, cahaya lembut, dan nuansa intim, karya ini memperlihatkan sisi Denpasar yang hangat dan puitis. Sebuah momen sederhana yang berhasil diubah menjadi pengalaman visual yang membekas.

Pada kategori Harapan 1, Imam Asadi meraih penghargaan lewat karya “City Lights and Riverside Vibes”. Foto ini menghadirkan wajah Denpasar yang urban, dinamis, dan penuh irama melalui permainan cahaya, refleksi, dan atmosfer malam kota yang hidup.

Harapan 2 diraih Aida Wimala Pradipta dengan karya “Mengembangkan Hobi Sang Anak”. Karya tersebut menangkap semangat tumbuh, energi generasi muda, dan ruang kota sebagai tempat berkembangnya kreativitas serta minat anak-anak.

Sementara Harapan 3 diberikan kepada Windhu Wijaya melalui karya “Bicara Lewat Pahat dan Tekad”. Foto ini menghadirkan hubungan yang hangat antara manusia, ruang publik, dan warisan budaya. Sebuah karya yang lembut, penuh rasa, sekaligus menyentuh secara emosional.

Selain penghargaan utama, kategori Likes Terbanyak diraih oleh akun @satriawibawa937 melalui karya “Warisan yang Ditunjukkan, Bukan Sekadar Diceritakan” dengan raihan 24,2 ribu likes yang tercatat hingga Kamis, 14 Mei 2026 pukul 23.59 WITA. Capaian ini menunjukkan bagaimana fotografi mampu membangun koneksi emosional dengan publik sekaligus memantik apresiasi luas masyarakat.

Panitia juga mengumumkan 50 karya terpilih yang akan dipamerkan dalam Pameran Lomba Fotografi Denpasar Kreatif 2026. Dari ratusan karya yang masuk, foto-foto terpilih dinilai berhasil menghadirkan Denpasar dari sudut pandang yang segar, jujur, dan penuh karakter — mulai dari cerita tentang manusia, budaya, ruang kota, tradisi, hingga dinamika keseharian yang sering luput dari perhatian.

Beberapa karya yang masuk daftar 50 besar antara lain “Kedatangan Para Bikhu di Denpasar” karya Aida Wimala Pradipta, “Jendela Waktu Pasar Badung” karya Bayu Catur Pamungkas, “Grand Master Catur Muka” karya Tavip Budiono, “Harmoni Rasa” karya Gumilang Surya Asmara, “Pasar Badung” karya Putu Rivan JP, “Kuliner Serangan” karya Nur Efendi, hingga “Pijar Tradisi Ujung Canting” karya Anak Agung Ngurah Gede Indra Prasta.

Melalui ajang ini, Denpasar Kreatif 2026 kembali menunjukkan bahwa fotografi bukan hanya soal menangkap gambar, tetapi juga merekam rasa, ingatan, dan identitas kota dari sudut pandang yang personal sekaligus bermakna.

“Satu foto yang kuat bisa membuat orang melihat Denpasar dengan cara yang baru.” [bekraf/rls]

By Bekraf

Related Post

Redaktur Tamu