Peragaan busana dalam rangka Denpasar Festival (Denfest) ke-18 Tahun 2025 menjadi salah satu panggung utama bagi pelaku UMKM/IKM dan desainer lokal untuk menampilkan karya terbaiknya. Fashion Show Denfest ke-18 digelar selama dua hari, 21–22 Desember 2025, dan menampilkan beragam koleksi busana serta produk unggulan industri kreatif Kota Denpasar.
Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Antari Jaya Negara, menyampaikan bahwa peragaan busana ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap penguatan ekonomi lokal. Melalui Denfest, Dekranasda terus mendorong UMKM/IKM dan pelaku ekonomi kreatif agar mampu memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya saing produk lokal.
“Fashion Show Denfest ke-18 ini merupakan bentuk dukungan bagi perkembangan ekonomi lokal dan memberikan kesempatan kepada UMKM/IKM dan pelaku ekonomi kreatif lokal untuk menampilkan hasil karya dengan tujuan akhirnya memperluas jangkauan pasar,” ujar Antari Jaya Negara, Senin (22/12).
Pagelaran busana Denfest secara konsisten digelar setiap tahun dengan menampilkan karya para desainer dan UMKM/IKM Kota Denpasar. Dalam pelaksanaannya, Dekranasda Kota Denpasar berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar untuk mendorong sektor industri kreatif, khususnya bidang fashion, sebagai salah satu motor kebangkitan ekonomi lokal.
Kepala Dinas Perindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, menjelaskan bahwa Fashion Show Denfest ke-18 Tahun 2025 menampilkan karya desainer lokal dengan beragam tema, sekaligus memperkenalkan produk unggulan UMKM/IKM Denpasar kepada publik yang lebih luas.
Denpasar Festival ke-18 Tahun 2025 sendiri resmi digelar oleh Pemerintah Kota Denpasar pada 20–23 Desember 2025 di kawasan Catur Muka, Monumen Puputan Badung. Event tahunan ini kembali menjadi ruang ekspresi seni budaya sekaligus wadah pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat.
Mengusung tema “Mulat Sarira Hening Jiwa, Eling Rasa”, Denfest 2025 mengajak masyarakat untuk melakukan refleksi diri, menumbuhkan ketenangan batin, serta meningkatkan kepekaan rasa dalam kehidupan bermasyarakat. Selain menampilkan seni dan budaya, Denfest juga melibatkan pelaku UMKM, komunitas kreatif, seniman lokal, hingga generasi muda, dengan ribuan pengunjung diperkirakan memadati kawasan Catur Muka selama empat hari pelaksanaan.
Menariknya, Denpasar Festival tahun ini juga menjadi role model Festival Zero Waste. Konsep ini diterapkan sebagai langkah nyata mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan, mulai dari pengurangan sampah dari sumber, sistem pemilahan, hingga penggunaan material ramah lingkungan selama acara berlangsung.
Inaugurasi Denfest ke-18 yang berlangsung pada Sabtu, 20 Desember 2025, turut dimeriahkan berbagai pagelaran seni, musik, serta pertunjukan budaya tradisional dan modern yang menghidupkan suasana malam pembukaan di Monumen Puputan Badung.
Melalui Denpasar Festival 2025, Pemerintah Kota Denpasar berharap dapat memperkuat identitas kota berbasis budaya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan demi mewujudkan Denpasar sebagai kota yang berkelanjutan dan bersih. [bekraf]
