Thu. Jul 30th, 2026

Musisi Italia Nilai Talenta Indonesia Layak Mendunia, Berkarakter dan Autentik

KEKAYAAN  talenta musik Indonesia kembali mendapat pengakuan dari panggung internasional. Drummer dan komposer asal Italia, Simone Prattico, menilai musisi Indonesia tidak hanya memiliki kemampuan teknis yang tinggi, tetapi juga kejujuran dalam bermusik yang menjadi kekuatan utama untuk bersaing di tingkat dunia.

Prattico, yang tahun ini kembali tampil di Sthala Ubud Village Jazz Festival (Sthala UVJF) 2026, mengaku selalu menemukan pengalaman artistik yang berbeda setiap kali datang ke Indonesia. Festival yang memasuki penyelenggaraan ke-13 itu dinilainya menjadi ruang penting untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan potensi para musisi Tanah Air.

“Yang benar-benar ingin saya sampaikan adalah, menurut saya sangat penting bagi kalian semua untuk menyadari betapa hebatnya talenta-talenta musik yang dimiliki Indonesia. Festival seperti ini memiliki peran yang sangat penting untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan potensi tersebut,” ujarnya dalam konferensi pers Sthala UVJF di Denpasar, Kamis (30/7).

Musisi yang telah tampil di berbagai festival di Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa itu mengatakan, salah satu hal yang paling membedakan Indonesia dengan banyak negara lain adalah alasan para musisinya memainkan musik. Menurutnya, banyak musisi Indonesia berkarya karena dorongan yang lahir dari passion dan kecintaan terhadap musik, bukan semata-mata pertimbangan industri.

“Saya merasa para musisi di sini bermain musik dengan cara yang sangat autentik. Ada kejujuran yang terasa dalam alasan mereka bermusik. Itu yang menurut saya menjadi perbedaan terbesar dibandingkan banyak tempat lain,” katanya.

Prattico mengaku kekagumannya terhadap Indonesia tidak hanya muncul dari kualitas para musisinya, tetapi juga dari lingkungan budaya yang menurutnya membentuk sensitivitas artistik masyarakat. Ia menilai keindahan arsitektur, lanskap, hingga cita rasa seni yang hadir dalam kehidupan sehari-hari di Bali ikut memengaruhi cara para seniman mengekspresikan karya mereka.

“Kalau melihat hotelnya indah, arsitekturnya indah, berarti ada rasa seni di baliknya. Saya melihat hal itu juga tercermin dalam cara para musisi Indonesia berkarya,” ujarnya.

Tahun ini Prattico kembali membangun kolaborasi lintas negara melalui Simone Prattico Java Collective, yang mempertemukannya dengan dua musisi jazz Indonesia, Sri Hanuraga (piano) dan Kevin Yosua (bass). Trio tersebut memadukan pengaruh musik Mediterania, nuansa Jawa, dan improvisasi jazz kontemporer dalam sebuah proyek yang lahir dari dialog antarbudaya. Ia menilai kolaborasi semacam itu membuktikan bahwa musisi Indonesia memiliki kualitas yang sejajar dengan musisi dari berbagai negara. Yang dibutuhkan, menurutnya, adalah semakin banyak ruang pertemuan yang memungkinkan mereka membangun jejaring internasional.

“Saya melihat potensi yang sangat besar di Indonesia. Kalau semangat yang dimiliki para musisi muda dipadukan dengan pendidikan yang baik, kreativitas, dan kesempatan untuk berkembang, saya yakin mereka memiliki semua yang dibutuhkan untuk tampil di panggung dunia,” katanya.

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 akan berlangsung pada 7–8 Agustus di Sthala Ubud Bali, A Tribute Portfolio Hotel. Festival ini menghadirkan puluhan musisi dari Indonesia, Italia, Jepang, Prancis, Belanda, Thailand, Vietnam, Singapura, dan sejumlah negara lainnya sebagai ruang pertemuan lintas budaya melalui musik jazz. [bekraf/abe]

By Bekraf

Related Post

Redaktur Tamu