Wed. Jan 21st, 2026

Komarong Curi Perhatian di Asia TV Forum 2025

IP animasi KOMARONG, karya kreator muda Ida Bagus Aditya Wardana bersama Gilang Bhagaskara, menjadi sorotan utama pada gelaran Asia TV Forum & Market (ATF) 2025 di Singapura. Karakter dan dunia cerita KOMARONG dinilai memiliki kekuatan visual dan potensi pasar yang besar, sehingga langsung menarik minat Xhantus Animation Studio, Taiwan, yang kemudian memberikan Commitment for Advanced Discussion sebagai langkah eksplorasi kerja sama lebih lanjut.

Tidak hanya KOMARONG, IP animasi Galeo Anak Segara karya Andara Fembriarto dari Studio Amarana juga mendapat perhatian internasional. Galeo dilirik oleh Betterhalf Films, Toronto, Kanada, dan memperoleh komitmen penjajakan serupa. Kedua karya ini tampil melalui program AKTIF (Akselerasi Kreatif) yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenkraf).

Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenkraf, Agustini Rahayu, menyampaikan bahwa kehadiran Indonesia di ATF merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk membuka akses global bagi konten kreatif nasional.

“Kegiatan ini memberi kesempatan kepada kreator untuk mempresentasikan proyek mereka di hadapan pembeli, investor, dan mitra internasional. Alhamdulillah, IP Indonesia mendapatkan komitmen tindak lanjut dari Kanada dan Taiwan pada ATF 2025 ini,” ujar Ayu dalam keterangan pers di Jakarta.

Ayu menambahkan bahwa forum internasional seperti ATF berperan penting dalam memperluas jejaring industri film dan animasi, meningkatkan potensi ekspor, serta memperkuat peluang investasi yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi kreatif.

Dari perspektif kreator, pencapaian ini menjadi momentum baru. Gilang, kreator KOMARONG, menilai dukungan pemerintah telah membuka pintu yang sebelumnya sulit diakses.

“Di sini kita bertemu langsung dengan pemain global di industri animasi dan mendapatkan sejumlah prospek yang akan kami tindak lanjuti,” katanya.

Andara, kreator Galeo Anak Segara, juga menekankan besarnya dampak dukungan pemerintah, terutama dalam membekali para kreator dengan pemahaman bisnis yang berkelanjutan.

“Respons terhadap karya kami sangat positif. Bahkan beberapa IP mendapat pendekatan dari berbagai studio internasional untuk diarahkan menjadi produksi bersama,” ujarnya.

Enam IP Indonesia di ATF 2025
Kemenkraf mengusung enam IP unggulan yang telah melalui kurasi program AKTIF untuk dipresentasikan di ATF 2025. Rinciannya sebagai berikut:

Animasi:

  • Komarong
  • Galeo Anak Segara
  • KWARTET (Watujiwo Series) karya Dieky Suprayogi

Film:

  • Bong (Of Womb and Tomb) karya Destian Rendra
  • Pelabuhan Berkabut (Fish, Please!) karya Haris Yuliyanto
  • Komik Jagoan (Face It Like a Man) karya Dwitya Yoga Dharmawangsa

Sepanjang pameran, booth Indonesia mendapat kunjungan padat dari distributor, buyer, dan investor internasional. CEO Metra TV, Iin Kusumastiwi, menilai kualitas karya hasil program AKTIF sangat kompetitif.

“Narasi, visual, dan unsur keunikan budaya Indonesia menjadi kekuatan utama karya-karya ini untuk masuk pasar global,” ujarnya.

General Manager Creative & Global Business Link Group, Aileen Yapto, turut menegaskan bahwa karya-karya yang ditampilkan menunjukkan Indonesia sebagai negara dengan potensi besar dalam penyediaan konten orisinal.

“Indonesia punya budaya dan cerita yang sangat kaya—sebuah tambang IP yang belum digarap sepenuhnya,” katanya.

Sebagai bagian dari strategi penguatan jejaring, Kemenkraf juga menggelar Indonesia Film & Animation Networking Dialogue di Suntec City, mempertemukan produser, studio animasi, platform OTT, dan investor dalam forum B2B.

Keberhasilan KOMARONG dan Galeo Anak Segara mendapat perhatian internasional di ATF 2025 menandai semakin meningkatnya posisi animasi Indonesia di peta industri global, sekaligus membuktikan efektivitas program akselerasi kreatif pemerintah dalam mendorong lahirnya IP yang siap bersaing di kancah dunia. [bekraf/ant]

By Bekraf

Related Post