Thu. Apr 30th, 2026

Menuju Denpasar Kota Ramah Film, Minikino Bangun Kemitraan Global dari Québec

Peran Minikino dalam lanskap film pendek internasional kembali terlihat melalui keterlibatan aktif direktur programnya, Fransiska Prihadi, pada ajang REGARD Saguenay International Short Film Festival di Québec, Kanada, Maret 2026. Kehadiran ini melanjutkan rangkaian partisipasi global Minikino setelah sebelumnya tampil di Vilnius, Lithuania dan Clermont-Ferrand International Short Film Festival di Prancis, sekaligus menegaskan posisi Indonesia dalam percakapan film pendek dunia.

Keterlibatan tersebut tidak berhenti pada kehadiran simbolik. Dukungan dari Pemerintah Québec dan Kedutaan Besar Kanada di Indonesia membuka ruang kolaborasi yang lebih terukur. Salah satu tindak lanjut konkret adalah undangan kepada Mélissa Bouchard untuk bergabung sebagai juri dalam Minikino Film Week 12 yang dijadwalkan berlangsung pada 11–18 September 2026 di Bali.

Selama berada di Québec, Fransiska mengikuti sejumlah forum industri seperti The Donut Network dan sesi Meet the Filmmakers. Dalam forum tersebut, ia menjalin dialog langsung dengan pelaku industri lintas negara, termasuk perwakilan dari Festival du Nouveau Cinéma dan FIFA International Festival of Films on Art. Interaksi ini memperluas jejaring distribusi dan kurasi, sekaligus mempertegas posisi Minikino sebagai simpul penghubung antara ekosistem film Asia Tenggara dan Amerika Utara.

Capaian ini memberi resonansi pada gagasan Denpasar sebagai kota yang ramah film—sebuah visi yang tengah dirumuskan dalam berbagai inisiatif kreatif. Namun, keberhasilan tersebut juga menyisakan catatan tentang pentingnya dukungan domestik yang lebih sistematis. Mobilitas panjang yang ditempuh—dari Denpasar menuju Québec melalui Incheon dan Toronto—menunjukkan bahwa kerja lintas kawasan membutuhkan investasi komitmen yang tidak kecil.

“Dukungan institusional dari luar, dalam hal ini Pemerintah Québec, menjadi faktor penting dalam membuka ruang pertukaran ini,” ujar Fransiska dalam laporannya. Pernyataan ini sekaligus menjadi refleksi bahwa pengakuan internasional perlu diimbangi dengan perhatian yang setara dari dalam negeri, baik di tingkat kota maupun nasional.

Di tengah upaya menjadikan Denpasar sebagai pusat kreativitas berbasis film, kiprah Minikino dapat dibaca sebagai aset strategis. Bukan semata soal pendanaan, tetapi soal keberpihakan kebijakan dan keberlanjutan ekosistem yang memberi ruang bagi inisiatif-inisiatif independen untuk tumbuh dan berjejaring secara global.

Ke depan, Minikino juga tengah merancang program Québec Cinema in Southeast Asia / Indonesia, sebuah inisiatif kurasi yang akan menghadirkan film pendek Québec kepada penonton Indonesia dalam format yang inklusif dan edukatif. Program ini diproyeksikan menjadi langkah awal kerja sama jangka panjang 2026–2027, sekaligus memperkuat posisi film pendek sebagai medium diplomasi budaya yang lentur, efektif, dan relevan di tengah dinamika global. [Bekraf/Rls]

By Bekraf

Related Post

Redaktur Tamu