Thu. Nov 5th, 2026

Gekrafs Bali Heritage Creative Festival 2026 Padukan Warisan Budaya dan Kreativitas Generasi Muda

WARISAN BUDAYA menjadi titik temu beragam komunitas kreatif dalam Gekrafs Bali Heritage Creative Festival 2026 yang berlangsung pada 22–24 Oktober 2026 di Inna Bali Heritage, Denpasar. Festival ini mempertemukan seni, musik, film, fotografi, hingga olahraga elektronik dalam rangkaian kegiatan yang membuka ruang kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif Bali.

Diselenggarakan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Bali, festival tersebut menjadi bagian dari perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional pada 24 Oktober. Pelaku usaha, seniman, komunitas, generasi muda, dan masyarakat umum diajak terlibat dalam kegiatan yang menghubungkan kekayaan tradisi dengan perkembangan kreativitas masa kini.

Ketua Umum DPP Gekrafs, Kawendra Lukistian, mengatakan Bali memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif karena kebudayaan dan kesenian telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakatnya. Menurut Kawendra, potensi tersebut perlu diperkuat melalui pengemasan produk, jasa, dan karya lokal agar menjangkau pasar yang lebih luas. Karya kreatif Bali diharapkan dapat dinikmati masyarakat internasional di negara masing-masing, sekaligus memperkuat daya tarik Indonesia sebagai tujuan wisata.

Ia menyebut Gekrafs telah membangun 18 Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN). Jaringan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu memperluas akses pasar produk ekonomi kreatif Indonesia ke mancanegara. Rangkaian festival dijadwalkan diawali dengan pelantikan pengurus Gekrafs se-Bali pada Kamis (22/10/2026), disertai gelar wicara bersama insan kreatif, penampilan musik Tekiber, serta pemutaran film.

Agenda Jumat (23/10/2026) mencakup pameran fotografi, pameran karya Kedux dan Tuxedo, kegiatan olahraga elektronik, serta Cosplay Walks Competition. Sementara itu, hari terakhir, Sabtu (24/10/2026), dijadwalkan menghadirkan lomba membuat pejati dan pelatihan etika jamuan atau table manner.

Ketua Panitia Gekrafs Bali Heritage Creative Festival 2026, I Komang Manik Sumardika, menyampaikan bahwa festival ini disiapkan sebagai ruang pertemuan berbagai komunitas dan pelaku ekonomi kreatif dengan kekayaan budaya Bali.

“Melalui festival ini, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar sebuah acara. Kami ingin seluruh keluarga besar Gekrafs dapat terlibat langsung, menikmati berbagai karya kreatif, mengenal potensi ekonomi kreatif, sekaligus merasakan kedekatan dengan warisan budaya kita,” ujarnya.

Manik berharap pertemuan tersebut melahirkan pertukaran gagasan dan kerja sama yang dapat menjaga kedekatan masyarakat dengan budayanya.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan ide, kreativitas, dan semangat untuk menjaga budaya agar tetap relevan dengan perkembangan zaman,” lanjutnya.

Salah satu ciri festival ini adalah ajakan kepada pengunjung untuk mengenakan busana bernuansa warisan budaya. Melalui busana, masyarakat dapat berpartisipasi secara langsung sekaligus mengekspresikan penghargaan terhadap identitas budaya Bali maupun Indonesia.

Ketua Gekrafs Bali, Ari S.W., menegaskan bahwa warisan budaya merupakan sumber inspirasi yang dapat dikembangkan menjadi karya dan peluang ekonomi.

“Budaya bukan hanya sesuatu yang kita warisi, tetapi juga sumber inspirasi yang dapat terus dikembangkan. Melalui kreativitas, kolaborasi, dan inovasi, warisan budaya dapat hadir dalam berbagai bentuk karya dan pengalaman yang menarik bagi generasi muda,” katanya.

Ari berharap festival ini memperlihatkan hubungan yang saling menguatkan antara pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif. Melalui pameran, pertunjukan, perlombaan, dan pelatihan, peserta memiliki kesempatan untuk memperkenalkan karya, memperluas jejaring, serta menjajaki kolaborasi lintas komunitas.[bekraf/rls]

By Bekraf

Related Post

Redaktur Tamu