Perusahaan rintisan asal Bali, PT Baliola Adi Maha Duta, kembali menorehkan langkah strategis di tingkat nasional. Startup yang digerakkan oleh talenta muda Bali ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk mengembangkan sistem perlindungan data pribadi (PDP) berbasis blockchain, terutama bagi aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat umum.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Hj. Tuti Ruswati, menegaskan bahwa keamanan data menjadi isu krusial seiring masifnya digitalisasi layanan publik. Menurutnya, transformasi menuju smart city tidak akan berarti tanpa fondasi perlindungan data yang kuat.
“PDP, khususnya data ASN dan umumnya warga masyarakat Sumedang, harus benar-benar terlindungi dan terjaga. Ini menjadi perhatian serius kami,” ujar Tuti dalam pertemuan awal penjajakan kerja sama dengan Baliola.
Baliola menawarkan solusi teknologi blockchain yang dirancang untuk menjamin keamanan, transparansi, serta integritas data secara berlapis. Model ini dinilai relevan dengan arah pembangunan digital Sumedang yang tengah menguatkan konsep kota cerdas.
“Sumedang sangat concern terhadap konsep smart city. Karena itu, teknologi blockchain yang kami miliki sangat relevan untuk diterapkan di sini,” lanjut Tuti.
POC Dua Pekan
Dalam tahap awal, Baliola bersama Pemkab Sumedang akan menjalankan skema proof of concept (POC). Pembahasan teknis direncanakan berlangsung dalam dua minggu ke depan dengan melibatkan sejumlah dinas terkait.
Kepala Bagian Kerja Sama Setda Sumedang, Asep D. Darmawan, menyebut bahwa kesepakatan ini segera diformalkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS).
“PKS akan melibatkan Dinas Kominfo, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi UKMPP, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan,” jelas Asep.
Ruang lingkup kerja sama yang diprioritaskan meliputi pengembangan e-office ASN, digitalisasi aset budaya Sumedang, penguatan sektor ekonomi kreatif, serta dukungan sistem data kesehatan.
Direktur Utama Baliola , I Gede Putu Rahman Desyanta, menyambut antusias peluang kolaborasi ini. Ia menilai Sumedang sebagai daerah progresif yang konsisten mengadopsi teknologi masa depan.
“Kami melihat Sumedang memiliki visi yang sejalan dengan semangat Baliola: menghadirkan teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga aman dan berdaulat bagi masyarakat. Ini kesempatan bagi karya anak muda Bali untuk memberi dampak nasional,” ujar Anta.
Baliola sendiri lahir dari ekosistem kreatif Bali yang memadukan semangat inovasi digital dengan nilai lokal. Startup ini mengembangkan berbagai solusi blockchain untuk tata kelola pemerintahan, ekonomi kreatif, hingga perlindungan kekayaan intelektual.
Kolaborasi dengan Sumedang menjadi tonggak penting bagi Baliola untuk membuktikan bahwa talenta teknologi dari Bali mampu berperan strategis dalam transformasi digital Indonesia.
Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi baru pengelolaan data digital di Sumedang—mewujudkan layanan publik yang aman, modern, dan berbasis teknologi mutakhir, sekaligus membuka jalan bagi ekspansi solusi blockchain Baliola ke berbagai daerah lain.** [bekraf/rls]
