Wed. Mar 11th, 2026

Minikino Open December #23, Panggung Terbuka Bagi Film Pendek

MINIKINO kembali menggulirkan tradisi akhir tahunnya melalui Minikino Open December #23, yang berlangsung pada Minggu, 14 Desember 2025 di MASH, Pekambingan, Denpasar. Program yang telah bertahan selama lebih dari dua dekade ini tetap menjadi salah satu ruang paling terbuka dan egaliter di Indonesia bagi para pembuat film pendek untuk memproyeksikan karya mereka tanpa proses seleksi dan tanpa kurasi.

Registrasi film dibuka pada 13.00–13.45 WITA, dilanjutkan screening ketat selama 75 menit pada 14.00–15.15 WITA. Film ditayangkan berdasarkan urutan durasi terpendek terlebih dahulu, sebuah metode khas Minikino yang mendorong efisiensi dan keberanian dalam bercerita. Setelahnya, sesi diskusi berlangsung pada 15.15–15.45 WITA, dan acara ditutup dengan End of Year Potluck Party untuk merayakan kebersamaan komunitas film.

Pendiri sekaligus Direktur Minikino, Edo Wulia, menegaskan bahwa Minikino Open December tetap menjadi perayaan kebebasan kreatif yang paling murni.

“Selama 23 tahun, Open December adalah pengingat bahwa ruang menonton tidak selalu harus eksklusif. Siapa pun berhak memutar filmnya di layar lebar, apa adanya, tanpa takut ditolak. Justru di ruang seperti inilah kejutan-kejutan artistik sering muncul,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa semangat hadir tepat waktu dan membawa makanan untuk potluck adalah bagian dari etika komunitas yang ingin terus ditumbuhkan.

“Kami ingin orang datang bukan hanya untuk memutar filmnya, tapi untuk hadir sebagai bagian dari komunitas. Duduk bersama, menonton bersama, berbagi makanan, dan tertawa bersama—itu nilai yang membuat Open December bertahan begitu lama,” lanjut Edo.

Untuk menjaga ritme acara yang cepat dan efisien, regulasi Minikino Open December masih mempertahankan prinsip-prinsip dasarnya. Film yang didaftarkan harus pendek, dengan durasi maksimal 25 menit termasuk title dan credit. Genre apa pun diperbolehkan: fiksi, dokumenter, eksperimental, animasi, maupun hybrid, selama dapat diproyeksikan dalam format offline.

Sistem antre berdasarkan durasi terpendek tetap menjadi ciri utama. Jika film terus tergeser oleh film lain yang lebih pendek hingga durasi total 75 menit habis, film tersebut tidak diputar, dan pembuatnya otomatis menjadi “penonton teladan” yang menyaksikan program sampai tuntas.

Peserta juga diwajibkan menjadi pemegang hak tayang dari film yang didaftarkan—sebuah aturan mendasar untuk memastikan integritas acara. Panitia hanya menerima file yang dibawa menggunakan flashdisk, SSD, HDD, atau media penyimpanan lainnya. Tidak ada proses pengunduhan di lokasi.

Konsistensi regulasi ini, menurut Edo Wulia, bukanlah penghambat, melainkan cara menjaga dinamika acara tetap sehat.

“Aturan sederhana membuat semua orang bermain di lapangan yang sama. Bagi kami, yang penting adalah energi kolektifnya—keberanian untuk tampil, kerendahan hati untuk menonton, dan rasa penasaran untuk hal-hal baru,” jelasnya.
Dengan tradisi yang konsisten selama 23 tahun, Minikino Open December kembali menegaskan perannya sebagai ruang alternatif yang merayakan keberanian, spontanitas, dan keragaman gagasan dalam film pendek. Acara ini terbuka untuk siapa saja yang siap berbagi karya, menonton, dan merayakan akhir tahun dalam suasana kreatif yang hangat. [bekraf/rls]

By Bekraf

Related Post