Baliola, sebuah perusahaan rintisan (start up) asal Bali, mendapatkan kesempatan memperkenalkan solusi digital kesehatannya, Medisa, dalam ajang Symposium of Psychoneuroimmunology Indonesia (PNI) & 4th Solo Update on Psychiatry (SoUp) 2026) yang berlangsung pada 13–14 Februari di Solo Paragon Hotel, Jawa Tengah.
Forum ilmiah ini diikuti ratusan dokter, psikiater, dan tenaga kesehatan dari berbagai daerah. Selain simposium dan workshop, area expo menjadi ruang diskusi langsung antara pengembang teknologi dan praktisi layanan kesehatan.
Melalui booth yang dibuka selama dua hari, tim Baliola berdialog dengan para peserta mengenai tantangan dokumentasi klinis yang masih menyita waktu dan energi dokter. Sejumlah peserta juga menyoroti pentingnya sistem yang mampu menjaga keamanan serta integritas data pasien.
Dalam kesempatan tersebut, Baliola mendemokan Medisa Voice, fitur yang membantu mentranskrip percakapan dokter–pasien menjadi rekam medis terstruktur. Sistem ini menggunakan pendekatan doctor-in-the-loop, sehingga dokter tetap memegang kendali untuk memeriksa dan menyetujui hasil dokumentasi sebelum disimpan.
“Banyak dokter menyampaikan bahwa waktu mereka habis untuk mengetik ulang catatan medis. Medisa Voice kami rancang untuk mengurangi beban itu tanpa menghilangkan kontrol klinis dari dokter,” ujar Rena Widha, COO Baliola, di sela kegiatan.
Selain efisiensi dokumentasi, Medisa juga mengintegrasikan penyimpanan berbasis blockchain untuk menjaga integritas data klinis. Pendekatan ini dirancang agar setiap perubahan memiliki jejak audit yang jelas serta memperkuat keamanan dalam pengelolaan rekam medis digital.
“Kepercayaan adalah fondasi layanan kesehatan. Karena itu kami tidak hanya berbicara tentang AI, tetapi juga tentang bagaimana data pasien terlindungi dan dapat ditelusuri secara transparan,” tambah Rena.
Partisipasi Baliola dalam PNI & SoUp 2026 menjadi langkah awal untuk memperluas kolaborasi dengan komunitas medis nasional. Diskusi yang terbangun selama dua hari tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital di sektor kesehatan tidak sekadar soal teknologi, melainkan tentang membangun sistem yang benar-benar mendukung praktik layanan kesehatan sehari-hari. [bekraf/rls]
