Thu. Apr 3rd, 2025

Baliola dan BKraf Denpasar Paparkan Inovasi Blockchain di KJRI Perth

IGP Rahman Desyanta (kedua dari kiri) dan I Putu Yuliartha (tengah) berpose menjelang menjadi pembicara di Konsulat Jenderal RI di Perth, Australia, Senin(24/3/2025)

CEO Baliola, IGP Rahman Desyanta, bersama Ketua Harian Badan Kreatif (BKraf) Denpasar, I Putu Yuliartha, menjadi pembicara dalam sebuah forum di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Perth, Australia. Keduanya memaparkan pengembangan teknologi blockchain di Bali, khususnya di Kota Denpasar, serta peran strategisnya dalam mendukung ekonomi kreatif digital.

Acara yang dihadiri Konsul Jenderal RI dan sejumlah warga Indonesia di Perth ini menjadi panggung penting untuk menunjukkan kemajuan kolaborasi antara Baliola dan BKraf Denpasar dalam membangun ekosistem digital yang aman dan berkelanjutan.

Dalam paparannya, Rahman dan Yuliartha menjelaskan sejumlah program inovatif, termasuk kerja sama strategis yang dimulai sejak tahun 2024, seperti penandatanganan nota kesepahaman dengan WA Web3 dan kolaborasi bersama Blockchain Business Council (BBC). Kerja sama tersebut hingga kini terus berlanjut dan berkembang.

Salah satu poin penting yang mereka sampaikan adalah usulan untuk mengaktifkan kembali inisiatif Sister City antara Denpasar dan Perth. Salah satu fokus kerja sama yang diusulkan adalah penguatan ekosistem blockchain dalam mendukung ekonomi kreatif dan digital.

“Lewat mekanisme ini, kami ingin memberikan gambaran kepada pemerintah Western Australia bahwa blockchain bukan hanya soal kripto, tapi juga bisa menjadi alat untuk melindungi para kreator dan ekosistem kreatif yang berkembang di Bali,” ujar IGP Rahman Desyanta.

Lebih lanjut, keduanya juga menekankan bahwa penggunaan blockchain mampu mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang dicanangkan PBB, terutama pada poin keadilan (justice) dan keamanan data. Teknologi ini diyakini mampu mencegah penyelewengan dalam proses transaksi digital, serta membangun fondasi kepercayaan dalam dunia digital.

Para peserta forum memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Baliola dan BKraf Denpasar. Mereka menilai pendekatan implementasi blockchain yang dilakukan di Denpasar sebagai langkah inovatif karena tidak terpaku pada aspek finansial, melainkan berfokus pada penciptaan fondasi keamanan dan kepercayaan digital jangka panjang.

“Ini menjadi contoh inspiratif bagi Australia, bahwa blockchain dapat diimplementasikan secara luas di luar konteks keuangan, dan justru memberikan kontribusi besar dalam membangun keberlanjutan ekosistem digital,” pungkas I Putu Yuliartha.

By Bekraf

Related Post