Fri. Apr 4th, 2025

Mengenal Blockchain: Sejarah, Cara Kerja, dan Manfaatnya

Oleh : IGP Rahman Desyanta

Blockchain adalah teknologi yang menjadi tulang punggung dari banyak inovasi digital, terutama mata uang kripto seperti Bitcoin. Pada dasarnya, blockchain adalah buku besar digital yang terdistribusi, di mana data dicatat dalam blok-blok yang saling terkait dan diamankan secara kriptografis. Setiap blok berisi hash kriptografi dari blok sebelumnya, stempel waktu, dan data transaksi. Teknologi ini memastikan bahwa setiap data yang dicatat di dalamnya tidak dapat diubah tanpa mengubah semua blok berikutnya, menjadikannya sangat aman​​.

Cara kerja blockchain melibatkan jaringan komputer yang dikenal sebagai node. Setiap node memiliki salinan dari seluruh blockchain dan berpartisipasi dalam proses validasi transaksi baru menggunakan konsensus algoritma, seperti Proof of Work (PoW) yang diperkenalkan oleh Satoshi Nakamoto untuk Bitcoin. Ketika transaksi baru terjadi, transaksi tersebut dikumpulkan dalam sebuah blok yang kemudian harus divalidasi oleh node melalui pemecahan masalah matematika yang kompleks. Setelah validasi, blok baru ditambahkan ke rantai, membuat data tersebut permanen dan tidak dapat diubah​.

 

Manfaat Blockchain

Hari ini, blockchain memiliki banyak aplikasi di berbagai sektor, bukan hanya dalam dunia mata uang kripto. Beberapa manfaat dan penerapannya antara lain : (1) di bidang Keuangan dan Perbankan,  Blockchain membantu dalam mempercepat dan mengamankan transaksi finansial. Bank dan lembaga keuangan menggunakan teknologi ini untuk melakukan transfer internasional dengan biaya yang lebih rendah dan kecepatan yang lebih tinggi; (2) dalam industri rantai pasokan, blockchain digunakan untuk melacak asal-usul dan perjalanan produk dari pabrik hingga konsumen, meningkatkan transparansi dan mengurangi penipuan; (3) di bidang kesehatan, data medis pasien dapat disimpan dalam blockchain, memastikan data tersebut aman, dapat diakses oleh pihak yang berwenang, dan tidak dapat dimanipulasi; dan (4) mekanisme kontrak pintar (smart contract) yang diperkenalkan oleh Ethereum, yaitu program yang secara otomatis menjalankan dan menegakkan perjanjian yang telah ditentukan sebelumnya, memungkinkan adanya transaksi bisnis tanpa adanya pihak ketiga​.

 

Sejarah Blockchain

Blockchain berawal dari konsep protokol mirip blockchain yang diusulkan oleh David Chaum pada tahun 1982 dan diperkuat oleh Stuart Haber dan W. Scott Stornetta pada tahun 1991. Mereka memperkenalkan rantai blok yang diamankan secara kriptografis untuk memastikan integritas cap waktu digital. Pada tahun 1992, mereka memasukkan Merkle trees dalam desain mereka untuk meningkatkan efisiensi​ ​.

Pada tahun 1998, Nick Szabo mengembangkan konsep “bit gold,” mata uang digital terdesentralisasi yang meletakkan dasar bagi perkembangan blockchain. Pada tahun 2000, Stefan Konst mengusulkan ide rantai yang diamankan secara kriptografis. Puncaknya terjadi pada tahun 2008 ketika Satoshi Nakamoto merilis whitepaper Bitcoin, yang menggambarkan sistem uang elektronik peer-to-peer. Peluncuran Bitcoin pada tahun 2009 menandai implementasi praktis pertama blockchain sebagai buku besar publik untuk transaksi cryptocurrency​.

Pada tahun 2014, potensi aplikasi blockchain mulai dieksplorasi di luar cryptocurrency, mengarah pada konsep Blockchain 2.0. Fase ini melihat pengenalan kontrak pintar dengan blockchain Ethereum pada tahun 2015, yang memungkinkan transaksi lebih kompleks dan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Ethereum memperluas kemampuan blockchain untuk mencakup kontrak yang dapat diprogram, meningkatkan kegunaannya secara signifikan​.

Evolusi blockchain terus berlanjut dengan Blockchain 3.0, yang mencakup proyek-proyek seperti NEO dan IOTA, dirancang untuk mengatasi keterbatasan blockchain sebelumnya, seperti skalabilitas dan kecepatan transaksi. Teknologi blockchain juga diadopsi di berbagai sektor, termasuk keuangan, manajemen rantai pasokan, dan kesehatan. Perusahaan seperti IBM dan Microsoft telah mengembangkan solusi blockchain pribadi dan hibrida, semakin mendiversifikasi aplikasinya​.

Blockchain telah berkembang dari konsep kriptografi yang spesifik menjadi teknologi transformasional dengan aplikasi luas, terus tumbuh dan beradaptasi dengan tantangan dan peluang baru.***

Penulis adalah CEO Baliola.io dan Koordinator Bali Blockchain Center (BBC).

By Bekraf

Related Post