WALIKOTA Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dan Wakil Walikota, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyatukan langkah dalam kunjungan kompak ke sejumlah banjar di wilayah Kota Denpasar. Tujuan kunjungan tersebut adalah untuk melihat hasil karya ogoh-ogoh Sekehe Teruna Teruni (STT) atau kelompok pemuda pemudia se-Kota Denpasar dalam rangka menyambut Tahun Baru Caka 1946 pada Senin (26/2/2024).
Dalam kunjungan tersebut, Walikota Jaya Negara meninjau karya STT di wilayah Denpasar Utara dan Denpasar Timur, sementara Wawali Arya Wibawa mengunjungi karya STT di wilayah Denpasar Selatan dan Denpasar Barat. Sebanyak 12 lokasi menjadi titik peninjauan, yang merupakan ogoh-ogoh perwakilan dari masing-masing kecamatan.
Kunjungan ini juga menjadi momentum untuk memberikan dukungan kepada para nominasi dalam mengikuti Kesanga Fest Tahun 2024, dengan harapan mereka dapat menampilkan karya maksimal saat pawai nanti. Walikota Jaya Negara menyatakan apresiasi atas kreativitas yang ditunjukkan oleh STT se-Kota Denpasar, sambil menegaskan bahwa dalam setiap perlombaan pasti ada yang menjadi yang terbaik.
“Saya melihat semua karya STT Denpasar bagus, namun dalam perlombaan pasti ada yang terbaik. Ini merupakan wujud perkembangan kreativitas yang terus tumbuh di Kota Denpasar,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, juga menekankan pentingnya dukungan dan kerjasama antara Pemerintah Kota Denpasar dengan para pemuda dan pemudi, serta sekehe teruna di Kota Denpasar.
“Kunjungan ini sebagai bentuk dukungan serta mempererat sambungrasa antara Pemkot Denpasar dengan sekehe teruna (kelompok pemuda – red) di Kota Denpasar. Pihaknya juga memberikan apresiasi atas dukungan yowana dalam pembangunan Denpasar. Termasuk juga masukan, usul, dan saran yowana akan menjadi atensi Pemkot Denpasar kedepannya,” ujarnya.
Usai berdiskusi, kedua pemimpin kota tersebut bersama dengan para anggota STT menikmati makan malam Nasi Jinggo bersama, Sekehe Gong, Klian, Pecalang, hingga tokoh masyarakat setempat. Acara berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang penuh makna, dengan candaan dan tawa yang mengiringi diskusi santai tersebut.*** [BEKRAF/rls]