Di tengah perubahan global yang menuntut kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan inovasi, literasi menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Kota Denpasar terus mendorong gerakan literasi sebagai bagian dari strategi membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Komitmen tersebut terlihat dalam penyelenggaraan Festival Literasi Denpasar ke-6 yang digelar di Gedung Dharma Negara Alaya, Kamis (5/3/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Nyalanesia ini berhasil menghimpun 10.150 karya literasi dari siswa dan guru di Kota Denpasar.
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah positif untuk merangsang kreativitas generasi muda dalam bidang literasi.
Saat membacakan sambutan Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Arya Wibawa mengatakan bahwa dunia saat ini sedang berpacu melahirkan inovasi.
“Namun kemajuan inovasi tidak lahir secara instan. Ia lahir dari proses panjang yang berakar pada penguatan literasi sejak dini,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah perubahan global, Denpasar terus bergerak menuju kota literasi berbasis budaya dengan menghadirkan berbagai fasilitas seperti perpustakaan, pojok baca, serta ruang kreatif di ruang-ruang publik.
Ia menegaskan bahwa literasi masa kini tidak lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga mencakup kemampuan memahami informasi, memilah kebenaran, serta mengolah pengetahuan menjadi inovasi.
“Dari ruang-ruang literasi inilah akan tumbuh ide-ide besar, lahir kreativitas, dan terbentuk sumber daya manusia unggul yang siap membawa Denpasar bersaing di tingkat nasional maupun global,” jelasnya.
Arya Wibawa juga menekankan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis dalam menumbuhkan budaya gemar membaca serta semangat long life learning di masyarakat.
Menurutnya, visi perpustakaan tidak hanya menghadirkan pendidikan berkualitas, tetapi juga membangun ekosistem yang mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan keterampilan, penguatan karakter dan moral, serta ruang pemberdayaan masyarakat.
“Keberadaan perpustakaan juga perlu didukung berbagai inovasi pengembangan literasi berbasis masyarakat maupun dalam lingkup sekolah,” katanya.
Ia juga mengapresiasi peran Nyalanesia yang dinilai konsisten mendorong gerakan literasi di Kota Denpasar dengan menyediakan ruang kreatif bagi siswa untuk menuangkan ide dan gagasan mereka.
“Harapan saya, festival ini ke depan dapat semakin luas menjaring kreativitas siswa di Denpasar sekaligus memberi apresiasi bagi mereka yang berprestasi,” ujarnya.
Sementara itu, Duta Literasi Denpasar Jemima Mulyandari dalam laporannya mengatakan bahwa Festival Literasi Denpasar tahun ini telah memasuki tahun ke-6 penyelenggaraan.
Menurutnya, festival ini terus mengalami peningkatan partisipasi dari tahun ke tahun. Pada tahun 2026, festival diikuti oleh 161 sekolah dengan total 10.150 peserta, yang terdiri dari 9.306 siswa dan 844 guru.
Pada pelaksanaan tahun ini, festival berhasil menghimpun 10.150 karya literasi berupa puisi, cerita pengalaman pribadi, cerpen, dan esai.
“Semua karya tersebut telah dibukukan sebagai legacy yang menunjukkan bahwa lebih dari sepuluh ribu siswa dan guru di Kota Denpasar berani berkarya melalui tulisan yang mencerdaskan bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Festival Literasi Denpasar diharapkan mampu menginspirasi siswa dan guru untuk terus menulis, berkarya, serta menyuarakan nilai-nilai lokal melalui berbagai media kreatif, baik buku, digital, maupun seni.
Untuk memperluas ruang kreativitas, pada tahun ini Nyalanesia juga menambahkan tiga kategori baru dalam festival tersebut, yakni Nyalakreasi (lomba video kreasi pertunjukan seni), Nyalagames (olimpiade literasi numerasi), serta lomba Website Literasi tingkat Kota Denpasar.
Ketiga kategori baru ini sekaligus memperlihatkan bahwa gerakan literasi di Denpasar tidak hanya berkembang di ruang tulisan, tetapi juga merambah media digital dan kreativitas lintas disiplin. [bekraf/rls]
