Duo Ketut Citra Kurniawan dan I Ketut Adiartha Pradana yang tergabung dalam Tim Jepun Dharma berhasil menjuarai Lomba Video Iklan Masyarakat Berbasis Artificial Intelligence (AI) pada ajang Denpasar Creative Awards (DCA) 2026. Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan DTIK Festival dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-238 Kota Denpasar.
Sedangkan Juara 2 dan Juara 3 masing-masing diraih oleh Ni Ketut Yogis Santini dan I Putu Abi Aditya. Adapun Juara Favorit diraih oleh Tim Tri Unity yang terdiri dari Ni Kadek Febriana Putri, Kadek Ratih Antari, dan Ni Luh Arta Niasari.
Lomba ini diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Denpasar bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Denpasar, dengan tujuan mendorong generasi muda memanfaatkan teknologi AI untuk menciptakan konten komunikasi publik yang kreatif dan berdampak sosial. Dewan juri terdiri dari Rah Tut XXX (Ketua), Agung Bawantara, dan Iwan Darmawan.
Mengenai pelaksanaan lomba, I Gede Pancakusuma Ramadi selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa kompetisi ini dirancang sebagai ruang belajar sekaligus ruang ekspresi bagi kreator muda untuk memanfaatkan teknologi secara produktif.
“Kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk bereksperimen dengan teknologi Artificial Intelligence dalam menghasilkan pesan-pesan sosial yang kreatif dan mudah diterima masyarakat. Melalui lomba ini, kami berharap lahir bank konten iklan masyarakat yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan edukasi publik di Kota Denpasar,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa proses lomba tidak hanya menilai hasil video, tetapi juga menilai proses kreatif peserta, termasuk konsep ide, teknologi AI yang digunakan, hingga kualitas prompt yang menjadi dasar produksi karya.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Denpasar, Gede Wirakusuma Wahyudi, S.Sos, menyampaikan apresiasi atas partisipasi generasi muda dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital, termasuk AI, merupakan bagian penting dari transformasi komunikasi publik di era saat ini.
“Kami melihat kreativitas generasi muda Denpasar sangat luar biasa. Teknologi AI memberi peluang baru dalam produksi konten komunikasi publik yang lebih cepat, menarik, dan relevan dengan masyarakat digital saat ini. Pemerintah Kota Denpasar tentu sangat terbuka terhadap kolaborasi seperti ini untuk menghadirkan pesan-pesan publik yang lebih efektif,” kata Wirakusuma.
Salah satu juri lomba, Agung Bawantara, juga membagikan catatannya setelah menonton seluruh karya yang masuk dalam kompetisi tersebut. Menurutnya, dari 27 karya yang dibuat oleh siswa SMA dan mahasiswa di Kota Denpasar, terlihat bahwa kemampuan teknis peserta sudah berkembang sangat pesat.
“Hampir semua peserta sudah mahir menggunakan AI, mulai dari teknik prompting, pengolahan visual, hingga editing. Banyak karya yang secara visual sudah rapi dan bahkan terasa sinematik,” ujarnya.
Namun dari pengamatannya sebagai juri, ada satu hal penting yang muncul ketika teknologi sudah dikuasai hampir oleh semua peserta.
“Ketika teknologi sudah dikuasai oleh hampir semua peserta, maka yang membedakan kualitas karya bukan lagi teknologinya, melainkan kreativitasnya,” kata Agung.
Ia melihat bahwa karya yang paling menonjol biasanya memiliki gagasan yang segar, cara bercerita yang jelas, serta kepekaan terhadap kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, ia menilai masih ada ruang pengembangan pada kekuatan ide dan narasi. Visual yang baik memang penting, tetapi karya akan jauh lebih kuat jika memiliki pesan yang jelas dan cerita yang hidup.
“Di era AI ini kita belajar satu hal sederhana: AI adalah alat, tetapi kreativitas manusialah yang menentukan keunggulan sebuah karya,” tegasnya. [bekraf/rls]
