Pameran fotografi bertajuk “Daily Life on Smartphone” karya Yulius Widi Nugroho resmi digelar di Park 23 Creative Hub pada 20 – 8 September 2025, menghadirkan 40 karya foto yang seluruhnya diambil dengan kamera smartphone. Pameran ini mengajak publik menata ulang cara pandang terhadap momen keseharian yang sering dianggap biasa, namun sesungguhnya menyimpan keindahan yang tak terduga.
Dalam pengantarnya, Yulius menyampaikan bahwa smartphone bukan hanya alat komunikasi, tetapi jendela kecil untuk menangkap dunia. “Keindahan tidak menunggu momen istimewa. Ia hadir di setiap detik, di setiap sudut, bahkan dalam hal-hal sederhana yang kita temui sehari-hari,” ungkapnya.
Pameran ini menampilkan dua konsep utama: Human Interest dan Still Life. Pada karya Human Interest, Yulius merekam ekspresi dan interaksi manusia dalam rutinitasnya—dari anak-anak di pantai hingga tukang cat caping. Sementara pada karya Still Life, objek-objek sederhana seperti daun kering, tembok retak, bahkan tokek mati, dibingkai dengan sudut pandang yang memberi ruh baru pada benda-benda diam.
Menurut Dr. I Wayan Nuriarta, Ketua HoCA (House of Cartoon mania), pameran ini adalah bentuk smartphoto yang merekam kehidupan apa adanya dengan jujur dan apa adanya.
“Dalam human interest, kamera Yulius adalah jendela empati, bukan sekadar dokumentasi. Sementara dalam still life, ia membuktikan bahwa dalam diam pun ada suara: tentang waktu, kefanaan, dan keindahan yang tak selalu bergerak,” jelas Nuriarta.
Ia menegaskan, pertemuan dua genre ini bukan hanya juxtaposition, melainkan upaya menghadirkan dinamika manusia dan ketenangan benda dalam satu ruang rasa.
Yere Agusto, pendiri HoCA, menilai pameran ini istimewa karena menjadi pameran fotografi pertama yang digelar komunitas tersebut. “Selama ini HOCA identik dengan kartun, namun pameran Yulius menunjukkan bahwa keterbukaan terhadap ragam kreativitas justru memperkaya komunitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, karya-karya Yulius membuktikan bahwa perangkat sederhana seperti kamera HP mampu memantik imajinasi. “Foto-fotonya menjadi memento, pengingat akan fragmen kehidupan yang sering terlewat,” tambahnya.
“Daily Life on Smartphone” bukan hanya perayaan fotografi, melainkan juga perayaan kehidupan. Pameran ini mengajak pengunjung untuk memperlambat langkah, mengamati ulang lingkungan sekitar, dan menemukan cerita dalam cahaya, warna, serta detail kecil yang membentuk keseharian.
Fragmen-fragmen sederhana itu, menurut Yulius, akan terus menjadi pengingat: bahwa keindahan selalu ada di dekat kita, menunggu untuk dilihat dan dihargai.[]