Fri. Apr 4th, 2025

Gandeng Komunitas, Pemkot Denpasar Gelar Rare Angon Festival 2024

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat berdiskusi dengan Komunitas Layang-layang di Denpasar, Rabu (10/7/2024). Sumber Foto : Istimewa

PEMERINTAH Kota Denpasar bekerja sama dengan komunitas pelayang siap menggelar Rare Angon Festival untuk pertama kalinya pada tahun 2024. Festival ini diharapkan menjadi puncak segala jenis kreativitas layang-layang di Bali. Hal ini terungkap dalam acara Meet and Greet “Diskusi Santai Komunitas Layang-layang dan Sharing Konsep Rare Angon Festival 2024” di Kota Denpasar pada Rabu (10/7).

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Anggota DPRD Provinsi Bali AA Gede Agung Suyoga, Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Denpasar I Wayan Hendaryana, komunitas pelayang dari berbagai daerah, serta undangan lainnya.

Ketua Panitia Gede Eka Surya Wirawan menjelaskan bahwa Rare Angon Festival 2024 dirancang untuk mempertemukan berbagai elemen rare angon yang identik dengan layang-layang. Festival ini dikemas dengan kolaborasi lintas sektor yang mencakup berbagai jenis lomba layang-layang, workshop, diskusi, hingga pameran terkait layang-layang.

“Saat ini, berbagai jenis lomba sudah dilaksanakan oleh komunitas, banjar, hingga organisasi pelayang. Rare Angon Festival menjadi wadah besar untuk berbagai elemen rare angon, termasuk layang-layang,” ujarnya.

Berbagai jenis layang-layang, baik tradisional maupun internasional, akan dilombakan pada festival yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Agustus mendatang. Diharapkan, acara ini mampu mendukung kesamaan persepsi untuk melestarikan tradisi layang-layang di Bali, khususnya Kota Denpasar.

“Semoga melalui event Rare Angon Festival ini dapat mendukung kelestarian tradisi layang-layang di Bali, khususnya Kota Denpasar, dengan berbagai jenis layangan,” tambahnya.

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menekankan komitmen Pemkot Denpasar dalam melestarikan tradisi layang-layang. Dia menyatakan bahwa Pemkot Denpasar mendukung pelaksanaan Rare Angon Festival ini.

“Pemerintah Kota Denpasar memberikan dukungan terhadap kelestarian tradisi layang-layang, dan Rare Angon Festival ini menjadi wadah atau puncak event-event pelayang di Bali,” tegasnya.

Menanggapi kekhawatiran Rare Angon di Bali, khususnya di Kota Denpasar, terkait ketersediaan lapangan untuk bermain layang-layang, Arya Wibawa menegaskan bahwa Pemkot Denpasar telah menyediakan lahan di Kawasan Pantai Mertasari.

Arya Wibawa berharap Rare Angon Festival ini dapat memiliki kesamaan dengan Kesanga Festival yang mewadahi generasi muda dengan hobi masing-masing. Rare Angon Festival untuk pelayang, sementara Kesanga Festival untuk pecinta ogoh-ogoh. Dia juga berharap kedua acara ini bisa masuk dalam kalender event pariwisata nasional sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan.

“Jadi, kami sangat komitmen untuk menyediakan tempat, termasuk Kawasan Pantai Mertasari yang sangat relevan dimanfaatkan untuk bermain layang-layang. Tidak hanya lapangan, kegiatannya pun kita kemas dengan kolaborasi sebagai ruang puncak yang memberikan kebebasan ekspresi bagi seluruh rare angon,” tutupnya.*** [BEKRAF/Abe]

By Bekraf

Related Post