Tue. Mar 3rd, 2026

POV Jawara Sungai Denpasar dari Langit

Kreativitas generasi muda dalam memanfaatkan teknologi visual kembali mendapat panggung dalam Lomba Video Drone D’TIK Festival 2026, yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun ke-238 Kota Denpasar. Mengusung tema “Nadi Kehidupan: Harmoni Aliran Sungai”, lomba ini mengajak peserta menghadirkan perspektif baru tentang sungai sebagai bagian penting dari kehidupan kota.

Melalui teknologi drone, para peserta diminta merekam lanskap sungai di Denpasar dari sudut pandang udara. Hasilnya adalah karya-karya visual yang tidak hanya menampilkan keindahan alam, tetapi juga menggambarkan hubungan antara sungai, lingkungan, budaya, dan aktivitas masyarakat.

Setelah melalui proses penilaian, dewan juri menetapkan tiga karya terbaik. Juara I diraih oleh I Made Andiana, disusul I Made Wahyu Adhi Bhaskara sebagai Juara II, dan I Gede Putu Bagus Eka Putra sebagai Juara III.

Salah satu karya yang menarik perhatian juri adalah visual tentang Tukad Bindu, yang menampilkan sungai sebagai ruang pertemuan antara alam dan kehidupan manusia di kota. Pengambilan gambar dari udara memperlihatkan lanskap hijau, permukiman, serta aktivitas masyarakat yang hidup berdampingan dengan aliran sungai.

I Made Andiana, peraih Juara I, mengaku terinspirasi oleh peran sungai yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Denpasar.

“Saya ingin menunjukkan bahwa sungai bukan sekadar aliran air, tetapi juga ruang kehidupan yang menyatukan alam, manusia, dan budaya. Dengan drone, kita bisa melihat hubungan itu dari perspektif yang berbeda dan lebih utuh,” ujarnya.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Denpasar, Gede Wirakusuma Wahyudi, S.Sos, mengatakan bahwa lomba ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong kreativitas digital sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan.

“Melalui lomba ini, kami ingin mengajak generasi muda memanfaatkan teknologi untuk melihat dan merawat kota dari perspektif yang lebih luas. Sungai adalah nadi kehidupan kota, dan melalui karya-karya visual ini kita diajak kembali menyadari pentingnya menjaga harmoni antara manusia dan alam,” katanya.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi seperti drone juga membuka ruang baru bagi kreativitas generasi muda dalam mendokumentasikan lingkungan kota.

D’TIK Festival sendiri merupakan agenda tahunan Pemerintah Kota Denpasar yang menghadirkan berbagai kegiatan di bidang teknologi informasi, kreativitas digital, dan inovasi masyarakat. Melalui kegiatan ini, Denpasar mendorong pemanfaatan teknologi tidak hanya untuk kebutuhan teknis, tetapi juga sebagai sarana ekspresi kreatif dan edukasi publik.

Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kompetisi ini. Melalui karya-karya yang dihasilkan, para peserta telah turut mengabadikan sungai sebagai sumber kehidupan sekaligus ruang ekologis penting bagi Kota Denpasar. [bekraf/rls]

By Bekraf

Related Post