Tue. Mar 3rd, 2026

Hari Kedua D’TIK Festival 2026 : Pameran Teknologi, Kompetisi, hingga Hiburan Padat Pengunjung

Walikota Denpasar, IGN Jayanegara, menjajal inovasi teknologi dari salah satu peserta pameran.

Rangkaian kegiatan D’TIK Festival 2026 yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-238 Kota Denpasar terus berlangsung meriah. Memasuki hari kedua pada 28 Februari 2026, berbagai kegiatan teknologi, edukasi, hiburan, serta layanan publik digelar di sejumlah titik di Kota Denpasar, mulai dari kawasan Lumintang, Dharma Negara Alaya (DNA), hingga Graha Sewaka Dharma.

Festival yang mengusung semangat inovasi digital dan penguatan ekosistem teknologi ini menghadirkan beragam aktivitas yang melibatkan masyarakat umum, pelajar, komunitas kreatif, hingga pelaku industri digital.

Di kawasan Jalan Majapahit Lumintang, sejak pagi masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan publik yang disediakan pemerintah. Layanan tersebut meliputi Samsat Keliling yang berlangsung pukul 08.00–13.00 WITA, SIM Keliling hingga selesai, serta mobil pelayanan PBB-P2 yang beroperasi dari pukul 08.00–18.00 WITA. Selain itu, hadir pula layanan keliling Badan Narkotika Nasional dan perpustakaan keliling yang memberikan akses edukasi bagi masyarakat.

Sementara itu, pusat kegiatan teknologi festival berlangsung di Dharma Negara Alaya (DNA). Di lokasi ini, berbagai kegiatan berlangsung sepanjang hari. Pameran D’TIK Festival dan bursa kerja dibuka sejak pukul 08.00 hingga 18.00 WITA, memberikan ruang bagi perusahaan teknologi dan pencari kerja untuk bertemu secara langsung.

Kegiatan lain yang menarik perhatian adalah pemutaran film berbasis Artificial Intelligence (AI) yang berlangsung pukul 08.00–13.00 WITA di Ruang Audio Visual DNA. Selain itu, para penggemar gim digital dapat mengikuti kompetisi eSport yang berlangsung hingga pukul 20.00 WITA.

Pada sesi diskusi, festival menghadirkan forum bertajuk “Secure Your Legacy: From Canvas to Chain”, yang membahas upaya mengamankan karya kreatif dari kanvas menuju teknologi blockchain. Diskusi ini berlangsung pukul 09.00–12.00 WITA di Ruang Diskusi DNA. Tampil sebagai narasumber Fransiskus Paranso dari Baliola.

Di bidang edukasi teknologi, peserta juga dapat mengikuti workshop “Tech Meets Nature: Coding for a Greener Tomorrow”, yang mengajarkan pembuatan gim bertema lingkungan berjudul “Forest Defender” menggunakan Unity. Workshop ini berlangsung pukul 13.00–16.00 WITA.

Malam harinya, suasana festival semakin meriah dengan penampilan Live DJ di area lobi DNA mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WITA.

Selain kegiatan teknologi, area Taman Kota Lumintang juga dipenuhi berbagai aktivitas komunitas dan hiburan. Sejak pagi hingga malam, digelar pameran UMKM dan kuliner, memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk mempromosikan produk mereka.

Di panggung utama SENJA, sejumlah kegiatan turut memeriahkan festival, di antaranya lomba menggambar dan mewarnai untuk anak-anak, workshop merangkai bunga Wild Flower, serta kegiatan komunitas Crochet di Senja. Pengunjung juga dapat menikmati berbagai pertunjukan musik seperti Kaplut Band, Suara (Lima Suara), Thunder Wave, Vrena Band, hingga penampilan YS Bali dan Raka Sidan feat Ocha pada malam hari.

Di area parkir utara Taman Kota Lumintang, kegiatan pameran juga diisi oleh Gema Tridatu, peragaan proses industri, serta pameran ikan maskoki Bali Walikota Cup III. Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan vaksinasi rabies, sterilisasi anjing dan kucing, pelayanan kesehatan hewan, serta adopsi anjing yang berlangsung hingga siang hari.

Sementara di Graha Sewaka Dharma, kegiatan bertema industri musik juga digelar melalui sesi Music Royalty pada pukul 09.00–11.00 WITA yang membahas pentingnya perlindungan hak ekonomi para pelaku musik.

Dengan rangkaian kegiatan yang beragam, D’TIK Festival 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang edukasi teknologi, penguatan ekonomi kreatif, serta pelayanan publik yang langsung menyentuh masyarakat.[]

By Bekraf

Related Post