Rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-238 Kota Denpasar tahun ini semakin semarak dengan penyelenggaraan Denpasar Teknologi Informasi dan Komunikasi (D’Tik) Festival 2026. Digelar selama tiga hari, 27 Februari hingga 1 Maret 2026, di Lapangan Lumintang dan Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), festival ini bukan sekadar pameran teknologi, tetapi juga ajang kolaborasi lintas sektor yang menegaskan arah Denpasar sebagai kota kreatif dan berkelanjutan.
Salah satu sorotan utama adalah komitmen pengelolaan sampah berbasis sumber dengan menggandeng komunitas Eling Ring Pertiwi. Komunitas ini merupakan gabungan 18 kelompok peduli sampah yang sebelumnya sukses menerapkan konsep zero waste to landfill pada Denpasar Festival.
Ketua Koordinator Eling Ring Pertiwi, Anak Agung Ngurah Srijaya Widiada, optimistis strategi serupa dapat diterapkan di D’Tik Festival. Ia mengingatkan, pada Denpasar Festival sebelumnya, sekitar 75.000 pengunjung berhasil dikelola sampahnya tanpa berakhir di TPA.
“Di Denfest lalu, 75.000 orang hasilkan sampah dan kami berhasil buat zero waste di TPA. Kalau 75 ribu orang saja bisa, sekarang 5.000 di D’Tik akan selesai,” ujarnya saat Press Conference Puncak HUT Kota Denpasar ke-238 dan D’Tik Festival 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Kamis (26/2/2026).
Dalam pelaksanaannya, Eling Ring Pertiwi menyiapkan dua Waste Department sebagai pusat informasi dan komando, serta enam station pemilahan dengan tujuh kategori sampah. Waste Department ditempatkan di Youth Park sisi timur, sementara empat station berada di Taman Lumintang dan dua lainnya di area DNA.
Untuk sampah organik, disiapkan 15 teba modern di Taman Lumintang. Dengan sistem ini, sampah organik ditargetkan tidak keluar dari kawasan acara. Sementara itu, pengelolaan sampah anorganik dilakukan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, melibatkan sejumlah bank sampah.
Antusiasme relawan juga melampaui ekspektasi. Dari target awal 100 orang, jumlah pendaftar mencapai 196 relawan dan diperkirakan bisa mendekati 300 orang. Para relawan berasal dari komunitas, dinas terkait, pelaku UMKM, hingga pelajar yang tergabung dalam OSIS dan Pramuka.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Denpasar, Gde Wirakusuma Wahyudi, menilai keterlibatan pelajar sebagai bagian penting dari edukasi jangka panjang.
“Model pemilahan sampah yang diterapkan di festival ini diharapkan bisa direplikasi di rumah tangga. Dengan semangat edukasi ini, makin banyak masyarakat Kota Denpasar yang mampu mengelola sampahnya berbasis sumber,” jelasnya.
Data Survei Kepuasan Masyarakat yang dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah menunjukkan sekitar 30 persen warga Denpasar telah melakukan pemilahan sampah. Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyebut capaian tersebut sebagai langkah awal yang baik dan perlu diperluas.
“Justru yang 30 persen ini kita motivasi. Yang punya potensi akan diprioritaskan mendapat teba modern karena mereka yang sudah mampu mengelola dengan baik,” ujarnya.
Selain isu lingkungan, D’Tik Festival 2026 juga menampilkan kekuatan ekosistem digital dan ekonomi kreatif. Dengan anggaran APBD Kota Denpasar sebesar Rp 458.560.000, festival ini menghadirkan 34 pameran teknologi informasi dan komunikasi. Sebanyak 20 stan diisi oleh startup, komunitas, dan perguruan tinggi, sementara 14 stan lainnya berasal dari OPD yang menampilkan inovasi digital berbasis green technology.
Berbagai lomba turut digelar, antara lain Lomba Video Drone yang membandingkan kondisi sungai ideal dengan kondisi terkini untuk mengidentifikasi titik-titik perbaikan, serta Lomba Video Pengelolaan Sampah tingkat desa/kelurahan. Tercatat 27 peserta dari 43 desa/kelurahan mengikuti kompetisi ini.
Selama tiga hari, festival juga menyelenggarakan 12 seminar dan workshop, termasuk pemutaran film pendek bertema “Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Perempuan” bekerja sama dengan Minikino.
Delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut meramaikan kegiatan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan menghadirkan Gema Tridatu dengan produk IKM, Dinas Kebudayaan menggelar Parade Ngelawar dan Apresiasi Budaya, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan menyelenggarakan Lomba Ikan Mas Koki Bali, serta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga mengadakan Fun Walk terbuka untuk masyarakat.
Dinas Koperasi dan UMKM menghadirkan SENJA berupa pameran UMKM, Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi menggelar job fair dengan ribuan lowongan kerja, dan Dinas Pertanian menyediakan layanan vaksinasi, pemeriksaan, serta kastrasi hewan peliharaan.
Sejumlah layanan mobil keliling juga tersedia di sepanjang Jalan Majapahit, mulai dari Samsat Keliling, Perpustakaan Keliling, pelayanan pajak, SIM Keliling, layanan BNN, hingga Kas Keliling Bank Indonesia untuk penukaran uang baru.
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menegaskan bahwa konsep sederhana yang diusung tahun ini justru memperkuat partisipasi masyarakat.
“Perayaan ini kami kemas sederhana, namun tetap melibatkan banyak elemen masyarakat dan pemangku kepentingan. Setelah apel di Lapangan Lumintang, undangan dan masyarakat akan mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari Parade Ngelawar hingga pertunjukan seni,” jelasnya.
