Fri. May 8th, 2026

Empat Festival Besar di Bali Mei 2026, Perkuat Pariwisata Berbasis Budaya dan Pengalaman

Bali kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata paling dinamis di dunia melalui rangkaian agenda besar yang masuk dalam Bali Calendar of Events (CoE) 2026. Sepanjang Mei 2026, Pulau Dewata akan diramaikan empat festival berskala nasional dan internasional yang memadukan olahraga alam, bisnis pariwisata, kuliner, hingga pelestarian budaya tradisional.

Empat agenda tersebut adalah BTR Ultra 2026, Ubud Food Festival 2026, Bali & Beyond Travel Fair 2026, dan Gianyar Festival Layang-Layang 2026. Kehadiran berbagai event tersebut menunjukkan bagaimana Bali terus mengembangkan sektor pariwisata melalui pendekatan yang semakin beragam, kreatif, dan berorientasi pengalaman.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi memperkuat citra Bali sebagai destinasi pariwisata berkualitas yang tetap berakar pada budaya, spiritualitas, dan kearifan lokal.

Menurutnya, setiap agenda juga diarahkan untuk menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan, ramah lingkungan, inklusif, serta tetap menghormati adat dan budaya masyarakat Bali. Ia menegaskan bahwa pengembangan pariwisata Bali tidak dapat dilakukan pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk menjadikan Bali Calendar of Event Tahun 2026 sebagai acuan bersama dalam penyusunan program, promosi, serta pelaksanaan kegiatan, sehingga tercipta keselarasan langkah dan tujuan dalam memajukan pariwisata Bali,” ujarnya.

BTR Ultra: Sport Tourism dan Alam Bali
Festival pertama yang digelar adalah BTR Ultra 2026 pada 15–17 Mei 2026. Ajang lari lintas alam berskala internasional ini menghadirkan tantangan melintasi jalur pegunungan, hutan, dan kawasan pedesaan Bali.

Mengusung konsep eco trail running, event ini tidak hanya menjadi arena kompetisi olahraga ekstrem, tetapi juga sarana memperkenalkan lanskap alam Bali yang masih asri serta kehidupan masyarakat lokal. Berbagai kategori lomba disiapkan, mulai dari fun run hingga ultra marathon yang dapat diikuti pelari profesional maupun pemula dari berbagai negara.

Kehadiran BTR Ultra memperlihatkan bagaimana sport tourism kini menjadi salah satu sektor yang semakin penting dalam pengembangan pariwisata Bali, terutama untuk menarik wisatawan berbasis pengalaman dan petualangan.

BBTF Dorong Jejaring Industri Pariwisata Global
Di akhir Mei, Bali & Beyond Travel Fair 2026 akan berlangsung pada 28–30 Mei 2026 di Nusa Dua. BBTF dikenal sebagai salah satu pameran bisnis pariwisata terbesar di Indonesia yang mempertemukan pelaku industri wisata domestik dan internasional. Melalui agenda ini, berbagai destinasi, produk, dan layanan unggulan Indonesia dipromosikan kepada calon pembeli potensial dari berbagai negara. Selain business matching, BBTF juga menghadirkan seminar, presentasi destinasi, hingga program tur yang memperkenalkan Bali dan berbagai daerah lain di Indonesia.

Ajang ini dinilai strategis dalam memperkuat posisi Bali dan Indonesia di pasar pariwisata global, terutama di tengah meningkatnya persaingan destinasi wisata internasional yang kini semakin menekankan kualitas pengalaman dan keberlanjutan.

Ubud Food Festival Jadi Ruang Kolaborasi Kuliner Dunia
Sementara itu, Ubud Food Festival 2026 akan digelar pada 29–31 Mei 2026 di Taman Kuliner Ubud. Festival tahunan berskala internasional ini menjadi panggung promosi kekayaan kuliner Nusantara sekaligus ruang dialog dengan inovasi gastronomi global. Berlangsung di kawasan budaya Ubud, festival menghadirkan chef ternama, pelaku industri kuliner, hingga pecinta makanan dari berbagai negara.

Pengunjung dapat menikmati demo memasak, lokakarya, diskusi kuliner, pasar makanan, hingga beragam sajian khas yang menggambarkan kekayaan pangan Indonesia. Lebih dari sekadar festival kuliner, kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran gagasan lintas budaya serta promosi produk pangan lokal Bali secara berkelanjutan.

Festival Layang-Layang Gianyar Angkat Kreativitas Tradisional
Di sisi lain, Gianyar Festival Layang-Layang 2026 menghadirkan nuansa budaya yang kuat melalui tradisi seni layang-layang Bali yang telah diwariskan turun-temurun. Festival ini akan menampilkan beragam jenis layang-layang khas Gianyar dengan iringan musik tradisional, parade budaya, serta partisipasi komunitas layang-layang dari berbagai daerah. Selain menjadi bagian dari pelestarian budaya, festival tersebut juga menjadi ruang ekspresi kreatif masyarakat lokal yang memiliki daya tarik visual dan wisata yang kuat.

Rangkaian agenda sepanjang Mei 2026 ini memperlihatkan bagaimana Bali terus mengembangkan pariwisatanya melalui perpaduan olahraga, bisnis, budaya, dan kuliner dalam satu kalender kegiatan yang saling terintegrasi. Dengan ragam pengalaman yang ditawarkan, Bali diharapkan semakin menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

By Bekraf

Related Post

Redaktur Tamu