Fri. Nov 28th, 2025

Menguatkan Literasi Melalui Denpasar Bercerita

Denpasar kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkokoh budaya literasi di kalangan generasi muda. Hal ini tercermin dari penyelenggaraan Creative Event “Denpasar Bercerita” yang digelar di Graha Yowana Suci, Sabtu (22/11/2025) petang, sekaligus penyerahan apresiasi kepada tiga besar pemenang kompetisi tersebut.

Ketua Harian Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, yang hadir bersama Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana, menegaskan pentingnya penguatan literasi sebagai fondasi pembentukan generasi yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.

Literasi dan Seni Bercerita sebagai Fondasi SDM Unggul

Dalam sambutannya, Ayu Kristi menyampaikan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan cara berpikir yang membentuk karakter, empati, dan daya jelajah intelektual. Kegiatan seperti “Denpasar Bercerita” menjadi strategi efektif untuk menanamkan kebiasaan tersebut melalui medium yang digemari anak muda.

“Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan semangat literasi di kalangan generasi muda, terutama dari komunitas kreatif. Hal ini mendorong budaya literasi yang akan bertumbuh kuat di Kota Denpasar,” ujar Ayu Kristi.

Ia menambahkan, kegiatan bercerita dan membaca karya sastra membantu anak muda mengasah imajinasi, memperkaya kosakata, dan mengembangkan kemampuan berpikir mendalam. Tradisi menuturkan kisah juga menjadi medium penting untuk merawat memori kolektif masyarakat Denpasar.

Sastra sebagai Ekspresi dan Rekam Jejak
Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kota Denpasar, A.A. Ngurah Mahendra Putra, menegaskan bahwa cerita pendek adalah medium yang efektif untuk merekam dinamika sebuah kota—dari pengalaman personal, potret sosial, hingga identitas budaya.

“Creative Event ‘Denpasar Bercerita’ adalah langkah penting dalam memperkuat ekosistem literasi dan memperluas ruang ekspresi kreatif dalam menuturkan kisah, pengalaman, serta memori kolektif tentang Kota Denpasar,” jelasnya.

Program ini merupakan kolaborasi antara Pemkot Denpasar melalui Dinas Pariwisata Bidang Ekonomi Kreatif, Badan Kreatif (BKRAF) Denpasar, Penerbit Partikular, dan komunitas visual artist Darklab. Sinergi tersebut memastikan bahwa literasi dibangun bukan sebagai gerakan sporadis, tetapi sebagai ekosistem yang berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi titik temu bagi para penulis, pembaca, pemerhati budaya, dan masyarakat luas. Semoga dari sini lahir karya-karya yang tidak hanya indah, tetapi juga merekam spirit Denpasar sebagai kota inklusif, kreatif, dan berdaya saing,” tambah Mahendra Putra.

Event ini mendapat respons yang sangat positif, dibuktikan dengan lebih dari 200 peserta yang mengirimkan karya. Melalui proses seleksi sejak 19 September hingga 31 Oktober 2025, tersaring 10 karya terbaik yang kemudian dihimpun dalam buku kumpulan cerita pendek bertajuk “Denpasar Denpasar”. Pada malam puncak, tiga karya terbaik diumumkan sebagai pemenang utama.

Pihak penyelenggara mengapresiasi semangat para peserta yang berani membagikan kisah personal, pengalaman unik, hingga refleksi tentang Denpasar. Inisiatif ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya lebih banyak penulis lokal yang berkarya dan memperkaya dunia literasi Bali.

“Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal bagi tumbuhnya lebih banyak penulis dan karya sastra dari Kota Denpasar,” ujar Mahendra Putra.

Literasi sebagai Gerakan Kolektif Kota
Melalui “Denpasar Bercerita”, Pemkot Denpasar kembali menegaskan bahwa literasi adalah investasi jangka panjang bagi kualitas peradaban. Dengan merangkul komunitas kreatif, penerbit, seniman visual, dan penulis muda, kegiatan ini membuktikan bahwa membaca dan bercerita adalah gerakan bersama yang mampu memperkuat identitas sekaligus daya saing kota.

Kehadiran generasi muda yang gemar membaca, mampu menulis dengan baik, serta berani menuturkan kisahnya adalah modal penting bagi Denpasar sebagai kota kreatif masa depan. “Denpasar Bercerita” kini bukan hanya kompetisi, tetapi ruang belajar bersama yang menghidupkan budaya literasi di tengah masyarakat.[]

By Bekraf

Related Post