Di tengah derasnya arus karya kreatif digital, sertifikasi menjadi kunci penting untuk melindungi hak cipta sekaligus menjaga nilai dari setiap karya. Inovasi ini kini hadir lewat Kraflab.id, platform berbasis blockchain untuk sertifikasi karya kreatif yang resmi menggandeng HOCA Academy (House of Cartoon Mania) sebagai salah satu early adopter.
Bagi para seniman ilustrasi dan kartun yang tergabung dalam HOCA, langkah ini bukan sekadar mencoba teknologi baru, tetapi juga memastikan karya-karya mereka terlindungi sekaligus bernilai tambah di pasar.
“Kami melihat teknologi ini bisa melindungi identitas digital sekaligus meningkatkan daya jual karya kami,” ujar Putu Ebo, salah satu seniman HOCA usai sesi presentasi di Markas Baliola, Krobokan, Senin (18/08/2025).
Kraflab.id lahir dari inisiatif Baliola, dengan dukungan Badan Kreatif (BKRAF) Denpasar. Tujuannya sederhana namun mendasar: melindungi hak cipta kreator dan membangun kepercayaan di pasar. Teknologi blockchain memungkinkan setiap karya tercatat dengan aman, tidak bisa diubah, sekaligus menjadi bukti kepemilikan yang sah.
Dengan sertifikasi digital ini, kreator tak hanya memperoleh perlindungan, tetapi juga dapat membangun citra profesional dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap karya mereka.
Dari Identitas Digital hingga QR Code
Dalam pertemuan bertajuk Meeting dan Demo Product Kraflab.id bersama HOCA yang digelar Senin (18/8), tim Baliola memperlihatkan langsung cara kerja platform tersebut. Mereka mendemonstrasikan bagaimana Kraflab.id dapat digunakan mulai dari membangun identitas digital brand lokal, pencatatan asal-usul produk, hingga verifikasi keaslian lewat QR Code.
Presentasi ini disambut hangat oleh komunitas HOCA. Pendiri HOCA Academy, Yeremia Agus Indriyanto, bersama Diyan Pramudya (Co-founder) dan lima seniman HOCA lainnya menilai langkah ini sebagai terobosan penting. HOCA Academy pun secara resmi menyatakan diri sebagai pionir ekosistem kreatif Indonesia yang mengadopsi sertifikasi digital berbasis blockchain. “Bagi kami, ini adalah langkah maju untuk menutup jurang kepercayaan antara kreator, pasar, dan publik,” ungkap Yeremia.
HOCA yang selama ini dikenal lewat karya ilustrasi, karakter, dan animasi, kini menegaskan posisinya sebagai komunitas kreatif yang adaptif terhadap teknologi.
Kehadiran Kraflab.id menegaskan bahwa blockchain bukan sekadar istilah teknis, melainkan jembatan: menghubungkan kreativitas dengan perlindungan, ide dengan nilai, dan karya dengan kepercayaan.
Pertemuan ini menandai babak baru kolaborasi antara teknologi dan seni, membuka ruang aman bagi seniman, desainer, dan kreator Indonesia untuk terus berkarya dengan tenang, terlindungi, dan bernilai tinggi.[]